Pangkogabwilhan III: TNI-Polri Hadir Untuk Melindungi dan Mengayomi Rakyat

    Pangkogabwilhan III: TNI-Polri Hadir Untuk Melindungi dan Mengayomi Rakyat

    MIMIKA - Pelibatan TNI di wilayah Papua adalah sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Papua dan Papua Barat, yaitu TNI hadir untuk mendukung Pengamanan percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua serta membantu Pemda dalam pelayanan hak dasar baik kesehatan, pendidikan dan ketahanan pangan baik di pedalaman-pedalaman, terjauh bahkan di pulau terluar dan juga melaksanakan komunikasi sosial kepada tokoh-tokoh masyarakat untuk membangun Tanah Papua demikian yang ditegaskan Pangkogabwilhan III Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han), Sabtu, (11/2/2023).

    “Keberadaan Aparat Keamanan TNI-Polri di wilayah Papua untuk menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Saat ini pasca dibakarnya Pesawat Susi Air dan hilangnya Capt Pilot Mr. Philip, kita terus progres bergerak membantu Pemda dan masyarakat di pedalaman, di Paro, Kabupaten Nduga yang mengalami kesulitan menjalani hidup sehari-hari akibat aksi teror yang dilakukan KST, ” tegas Pangkogabwilhan III.

    “Saat ini Pemda Nduga dan para pendeta mohon waktu kepada TNI-Polri untuk mencoba melakukan langkah-langkah soft Approach terkait hilangnya Capt Pilot Mr. Philip dari New Zealand. Sesuai Perintah Panglima TNI dan Kapolri, kita akan mengambil Tindakan Tegas terhadap kelompok KST yang terus mengganggu Keamanan masyarakat dan kedaulatan NKRI tanpa pandang bulu, ” lanjutnya.

    Sabtu (11/2/2023) sore, aparat TNI-Polri telah berhasil mengevakuasi 33 orang masyarakat Paro ke Pos Barak Baru Satgas Satuan Organik Korem 172/PWY Yonif R 514/SY, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga. Saat evakuasi tersebut, terlihat kondisi masyarakat cukup memprihatinkan, fisik lemah kekurangan makanan, beberapa torang dalam kondisi sakit khususnya anak - anak dan manula, terlebih lagi secara psikologis rasa ketakutan terlihat jelas di wajah para pengungsi tersebut.

    "Untung ada bapak tentara, sa su lama takut sama orang-orang itu, pesawat su dia bakar, sa takut, " kata Mama Meri salah seorang pengungsi yang diselamatkan ke Kenyam tersebut.

    Warga berhasil dievakuasi setelah berjalan 4 hari melintasi hutan dari kampungnya di Paro, kemudian berjalan menuju Quary Bawah dan selanjutnya dijemput menggunakan 2 Truk dan 3 kendaraan lainnya.

    Dari 33 orang yang dievakuasi, terdiri dari Anak-anak berjumlah 17 orang, laki-laki 5 orang dan perempuan 11 orang berhasil dievakuasi dengan selamat dan saat ini berada di tempat yang aman. Setibanya di Pos, selanjutnya melaksanakan pengecekan kesehatan oleh Tim Medis.

    Di samping itu Prajurit TNI-Polri juga memberikan makanan dll untuk membantu memulihkah tekanan psikologis yang dialaminya. Personel TNI-Polri memberikan penjelasan tentang teror yang dilakukan oleh KST (orang itu) hanya bersifat menakut-nakuti saja, maka diimbau agar tidak takut lagi, semua orang punya hak sama untuk bebas dari rasa takut, dan siapa pun yang membuat rasa takut orang lain akan kena sanksi sesuai hukum yang berlaku, cepat atau lambat orang itu (KST) akan berhadapan dengan hukum.

    Untuk sementara mereka ditampung di rumah Bapak Osen Gwijangge selaku Kepala Kampung Tawelma Distrik Paro di Jalan Kantor DPRD Baru Kabupaten Nduga, Kampung Kenyam, Distrik Kenyam.

    Sampai saat ini, TNI-Polri terus bekerja keras dengan segala cara untuk mencari dan mapping ke keberadaan Pilot Susi Air masih bergerak di lapangan untuk memastikan keselamatan warga sipil dan juga masyarakat Paro yang mendapat teror KST, karena tidak menutup kemungkinan masih adanya eksodus susulan dari Masyarakat Paro menuju Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, sehingga Para Prajurit TNI-Polri akan terus mengikuti perkembangan situasi yang terjadi di Paro, Kabupaten Nduga.

    Turut hadir dalam penjemputan Evakuasi, Ikabus Gwijangge, S.E., Ketua DPRD Kabupaten Nduga, Ricky Y Kapelle, S.STP., Plh. Sekda Kabupaten Nduga, Letkol Inf Rinto Wijaya, S.I.P., M.A.P., Dansatgas Satuan Organik Korem 172/PWY Yonif R 514/SY, AKPB Rio Alexander Panelewen, S.I.K., Kapolres Nduga, Kapten Laut (P) Country Aurora, Iptu Bayu Kabag Ops Polres Nduga, Lettu Inf Dody Prasetyo, Ipda Christian Kapolsek Nduga, Jhoni Wasareak Staf Ahli Bupati Kabupaten Nduga, Darmanto, S.Sos., M.A.P., Sekretaris Dewan Kabupaten Nduga, Idai Lokbere Kepala Distrik Paro. (Penkogab3)

    Suhendi

    Suhendi

    Artikel Sebelumnya

    Revitalisasi Makam Auliya Sono Terus Berjalan...

    Artikel Berikutnya

    Hendri Kampai: Macan Versus Banteng di Antara...

    Berita terkait